Pages

Senin, 12 Mei 2014

Penyakit atau Kelainan Pada Sistem Gerak



Gangguan pada Sistem Rangka

Gangguan pada sistem rangka dapat terjadi karena adanya gangguan secara fisik, gangguan secara fisiologis, gangguan persendian, dan gangguan kedudukan tulang belakang.

Senin, 05 Mei 2014

Pengertian TIngkat Dan Klasifikasi Keanekaragaman Hayati



Pengertian dan Tingkat keanekaragaman hayati

A.    Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati merupakan pernyataan mengenai berbagai macam (variasi) bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang terdapat pada berbagai tingkatan makhluk hidup.

Menurut UU No. 5 tahun 1994, keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber, termasuk di antaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik (perairan) lainnya, serta komplek-komplek Ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dengan ekosistem. Berdasarkan definisi dari undang-undang tersebut, keanekaragaman hayati terdiri atas tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.


Senin, 28 April 2014

Penyakit Teknologi Pada Sistem Peredaran Darah



Penyakit pada sistem peredaran darah dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan non keturunan. Berikut ini akan dijelaskan gangguan-gangguan pada alat peredaran darah manusia :



Add caption

1.                      Faktor Keturunan
Penyakit keturunan disebabkan oleh genetik. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1.      Hemofilia
Hemofilia merupakan penyakit yang menyebabkan darah sukar membeku bila terjadi luka. Kelainan ini disebabkan oleh faktor keturunan ( genetik). Kelainan tidak dapat diobati, tetapi dapat dicegah. Penderita harus menghindari terjadinya pendarahan agar darah tidak mengalir terus.
2.      Talasemia
Talasemia merupakan penyakit yang diturunkan. Talasemia sering terdapat pada bayi dan anak-anak. Pada penderita talasemia, daya ikat sel darah merahnya terhadap oksigen rendah karena kegagalan pembentukan hemoglobin. Penderita talasemia berat, membutuhkan transfusi darah setiap bulan.
3.      Sick Cell Anemia (SCA)
Penyakit berupa kelainan sel darah merah yang berbentuk seperti bulan sabit, akibatnya daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida berkurang.


2.                        Faktor Non Keturunan
Kelainan darah ini disebabkan oleh faktor fisiologis. Di antaranya adalah:

a.       Anemia
Anemia sering disebut sebagai penyakit kurang darah.
b.      Penyakit di mana tubuh tidak mampu menyerap vitamin B - 12.
c.        Aneurisma
Penyakit pelebaran pembuluh arteri karena lemahnya dinding otot.
d.      Eritroblastosis fetalis
Rusaknya eritrosit bayi di dalam kandungan karena perbedaan rhesus dengan ibu.
e.        Elefantiasis
Penyumbatan aliran pembuluh limfa akibat infeksi cacing Filaria.
f.       Hipertensi
Hipertensi disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi di dalam arteri. Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi bila nilai ambang tekanan sistolik antara 140 – 200 mmHg atau lebih dan nilai ambang tekanan ambang diastolik antara 90 – 110 mmHg atau lebih. Beberapa penderita tidak menunjukkan gejala-gejala akibat tekanan darah tinggi. Namun, beberapa orang ada yang mengalami gejala-gejala, yaitu sakit kepala, napas pendek, dan penglihatan kabur. Penyebab hipertensi berkaitan dengan umur, kegemukan, dan keturunan.
g.      Hipotensi
Hipotensi merupakan kondisi tekanan darah yang terlalu rendah, yaitu apabila tekanan darah sistolik < 90 mmHg dan tekanan darah diastolik < 60 mmHg. Tekanan diastolic adalah tekanan saat pengisian darah di jantung sebelum dipompakan ke seluruh tubuh. Jika pengisian kurang, aliran darah di pembuluh koroner jantung akan berkurang dan dapat menyebabkan serangan jantung. h. Leukemia (kanker darah) Leukemia atau kanker darah adalah penyakit bertambahnya sel darah putih yang tidak terkendali. Beberapa gejala leukemia yaitu: 1) Demam. 2) Badan lemah dan sakit kepala. 3) Sering mengalami infeksi. 4) Kehilangan berat badan. 5) Berkeringat, terutama malam hari. Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab leukemia. Namun, para peneliti menduga penyebab leukemia antara lain radiasi energi tinggi, misalnya bom nuklir, bahan kimia benzena yang mengenai seseorang dalam jangka waktu lama, dan keadaan genetik seseorang, misalnya penderita sindrom Down lebih banyak menderita leukemia dibanding orang normal. i. Trombus dan embolus Penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan di dalam arteri koroner. j. Koronariasis Koronariasis merupakan penyempitan atau penyumbatan nadi tajuk (arteri koronari) pada jantung. Melalui nadi tajuk tersebut, jantung mendapat makan dan oksigen. Nadi tajuk berukuran kecil sehingga bila tersumbat, denyut jantung dapat terganggu atau terhenti. Penderita yang terkena koronariasis akan merasakan sakit di bagian dada (jantung). Koronariasis disebabkan oleh terbentuknya gumpalan darah pada dinding dalam arteri koronaria. Gumpalan ini disebabkan oleh menumpuknya kolesterol di dalam dinding arteri. k. Sklerosis Penyakit pengerasan pembuluh nadi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu karena endapan lemak, disebut aterosklerosis dan disebabkan oleh endapan kapur atau arteriosklerosis. Sklerosis dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah,sehingga menaikkan tekanan darah. Jika sklerosis ini terjadi pada arteriole maka dapat menyebabkan pecahnya arteriole tersebut. Kalau hal ini terjadi di otak dapat menyebabkan kematian (stroke). l. Varises Varises merupakan pelebaran pembuluh balik (vena). Varises biasanya terjadi di kaki terutama di bagian betis. Varises yang terdapat di bagian anus disebut ambeien. Varises merupakan hal yang biasa terjadi dan tidak berbahaya. Penyebab varises tidak diketahui secara keseluruhan. Dalam beberapa kasus, varises dapat disebabkan oleh pembengkakan pada vena. Varises tidak perlu diobati. Namun jika terjadi varises atau ambeien yang parah, dapat dilakukan operasi.

Teknologi Yang Berhubungan Dengan Sistem Peredaran Darah
Terkadang peredaran darah sering terganggu, maka dari itulah diciptakan beberapa teknologi yang dikembangkan untuk endiagnosis gangguan pada sistem peredaran darah dan mengupayakan pengobatannya antara lain sebagai berikut :

1.      Ekokardiograf (Echocardiografi, ECG)
Suatu teknik untuk mengetahui struktur internal dan gerakan jantung dan pembuluh darah yang besar tanpa memasukkan alat ke dalam tubuh pasien. Caranya, gelombang ultrasonik diarahkan ke dada pasien menggunakan transduser. Kemudian transduser bertindak sebagai penerima pantulan balik gelombangultrasonik (echo) untuk membentuk bayangan.
Gambaran vang dibentuk oleh echo dipindahkan ke layar, yang dapat menampilkan gambaran bagian dalam jantung, ukuran dan gerakan dinding ventrikel, anatomi dan gerakan katup, arah aliran darah, adanya gumpalan darah, dan tumor di jantung.
Ekokardiografi berguna untuk mendiagnosa penvakit dan gangguan pada katup jantung, penyakit jantung bawaan, gagal jantung, tumor di jantung, dan gangguan fungsi ventrikel kiri.

2.      Pemindaian dengan bahan radioaktif
Merupakan cara yang aman untuk mengenali penyakit jantung. Pada dasarnya metode ini dilakukan untuk mengetahui aliran darah di arteri jantung dan untuk mengetahui fungsi ventrikel. Pasien disuntik dengan bahan radioaktif vang tidak berbahaya. Kemudian pasien berbaring dan di bagian jantung di periksa dengan detektor sinar gamma. Detektor akan merekam gambar jantung dan dari rekaman tersebut dapat dibuat foto polaroidnya. Satu - satunya ketidaknyamanan adalah saat pasien disuntik menggunakan jarum suntik.
Metode ini hampir tidak menimbulkan komplikasi. Metode ini digunakan untuk memeriksa rasa nyeri dada atau memastikan hasil uji menggunakan metode lain, memeriksa hasil terapi jantung atau operasi by pass.

3.       Angioplasti
Dilakukan untuk membuka aliran darah pada pembuluh darah yang tersumbat oleh plak (timbunan lemak). Caranya , balon yang masih kempis diletakkan pada tabung kecil panjang (kleter), kemudian dimasukkan kedalam bagian arteri yang tersumbat. Setelah letaknya tepat, balon digelembungkan. Saat balon membesar , plak akan terdorong keluar, arteri melebar dan aliran darah kembali lancar.

4.      Operasi by pass Jantung
Seringkali dilakukan terhadap pasien yang menderita penvumbatan pembuluh darah arteri jantung.
Dalam metode ini diperlukan vena dari bagian tubuh yang lain untuk menggantikan jalur arteri jantung yang tersumbat.

Gaya Hidup Sehat Untuk Menghindari Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah

1. Pola makan sehat
2. Berhenti merokok.
3. Obesitas
4. Hindari Stres
5. Olahraga secara teratur
6. Konsumsi antioksidan.
Daftar pustaka