Pages

Senin, 12 Mei 2014

Penyakit atau Kelainan Pada Sistem Gerak



Gangguan pada Sistem Rangka

Gangguan pada sistem rangka dapat terjadi karena adanya gangguan secara fisik, gangguan secara fisiologis, gangguan persendian, dan gangguan kedudukan tulang belakang.

1.      Gangguan fisik

Gangguan yang paling umum terjadi pada tulang adalah kerusakan fisiktulang seperti patah atau retak tulang. Apabila terjadi fraktura (patahtulang) akan terbentuk zona fraktura yang runcing dan tajam. Pada zonatersebut timbul rasa sakit karena pergeseran tulang yang akanmengakibatkan pembengkakan bahkan perdarahan.
Berdasarkan jenis fraktura yang terbentuk, fraktura dapat dibedakan menjadi empat kelompok sebagai berikut :

1. Fraktura sederhana
Fraktura sederhana merupakan fraktura yang tidak melukai otot yang ada di sekitarnya.

2. Fraktura kompleks
Fraktura kompleks merupakan fraktura yang melukai otot atau organ yangada di sekitarnya, bahkan terkadang bagian fraktura dapat muncul kepermukaan kulit.

3. Greenstick
Greenstick merupakan fraktura sebagian yang tidak memisahkan tulang menjadi dua bagian.

4. Comminuted
Comminuted merupakan fraktura yang mengakibatkan tulang terbagi menjadi beberapa bagian, tetapi masih berada di dalam otot.

2.       Gangguan fisiologis

1. Rakhitis
Rakhitis merupakan penyakit tulang yang disebabkan kekurangan vitaminD. Vitamin D berperan dalam proses penimbunan senyawa kapur di tulang.Kekurangan vitamin D akan menyebabkan tulang menjadi tidak keras. Padapenderita rakhitis terlihat bagian kaki (tulang tibia dan fibula)melengkung menyerupai huruf X atau O

2. Mikrosefalus
Mikrosefalus merupakan gangguan pertumbuhan tulang tengkorak sehinggakepala berukuran kercil. Kepala berukuran kecil karena pertumbuhantulang tengkorak pada masa bayi kekurangan kalsium.

3. Osteoporosis
Osteoporosis merupakan gangguan tulang dengan gejala penurunan massatulang sehingga tulang rapuh. Hal ini dikarenakan lambatnya osifikasidan penghambatan reabsorpsi (penyerapan kembali) bahan bahan tulang.Osteoporosis terjadi karena ketidakseimbangan hormon kelamin pada priamaupun wanita.


3.      Gangguan persendian

Gangguan persendian dapat terjadi karena sendi tidak berfungsi dengann ormal. Jenis gangguan sendi dikelompokkan menjadi empat yaitu sebagaiberikut :
1. Dislokasi
Dislokasi merupakan gangguan yang terjadi karena pergeseran tulangpenyusun sendi dari posisi awal. Dislokasi disebabkan oleh jaringanligamen yang sobek atau tertarik
2. Terkilir (keseleo)
Terkilir merupakan tertariknya ligamen sendi karena gerakan tiba-tibaatau gerakan yang tidak biasa dilakukan. Terkilir menyebabkan timbulnyarasa sakit disertai peradangan pada daerah sendi
3. Ankilosis                   
 Ankilosis merupakan gangguan yang terjadi karena tidak berfungsinya persendian. .
4. Artritis
Artritis merupakan gangguan yang disebabkan adanya peradangan sendi.Gangguan artritis dapat dibedakan menjadi rhematoid, osteoartritis dangautartritis. Rhematoid merupakan proses peradangan atau pengapuranpada jaringan tulang rawan yang menghubungkan tulang di persendian.Osteoartritis merupakan penipisan tulang rawa yang menghubungkanpersendian. Gautartritis merupakan gangguan gerak akibat kegagalanrnetabolisme asam urat sehingga terjadi penimbunan asam urat padapersendian.

4.      Gangguan tulang belakang
Gangguan pada tulang belakang terjadi karena adanya perubahan posisitulang belakang, sehingga menyebabkan perubahan kelengkungan batangtulang belakang. Gangguan yang disebabkan oleh kelainan tulang belakangdikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1.      Kiposis / Kyphosis
Kiposis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke depan yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok
2.      Lordosis
Lordosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke belakang yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok ke belakang.
3.      Skoliosis / Scoliosis / Skeliosis
Skoliosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke samping baik kiri atau kanan yang membuat penderita bungkuk kesamping.
4.      Sublubrikasi
Sublubrikasi adalah kelainan pada tulang belakang pada bagian leher yang menyebabkan kepala penderita gangguan tersebut berubah arah ke kiri atau ke kanan.
1.      Gangguan pada Sistem Otot

Otot berperan penting dalam aktivitas gerak manusia sehingga gangguanpada otot akan mempengaruhi aktivitas gerak. Gangguan pada otot dapatterjadi dalam beberapa bentuk seperti berikut ini:


1.      Atrofi
Atrofi merupakan penurunan fungsi otot karena otot mengecil ataukehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Gangguan ini dapat disebabkanoleh penyakit poliomielitis yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus.Virus ini menyebabkan kerusakan saraf yang mengkoordinasi otot keanggota gerak bawah.
2.      Hipertrofi
Hipertrofi merupakan otot yang berkembang menjadi lebih besar dan kuat.Hipertrofi disebabkan aktivitas otot yang kuat sehingga diameterserabut-serabut otot membesar
3.      Hernia abdominalis
Hernia abdominalis merupakan sobeknya dinding otot abdominal sehingga usus memasuki bagian sobekan tersebut
4.      Tetanus
Tetanus merupakan otot yang mengalami kekejangan karena secaraterus-menerus berkontraksi sehingga tidak mampu lagi berkontraksi.Tetanus disebabkan luka yang terinfeksi oleh bakteri Clostridium tetani.
5.      Distrofi otot
Distrofi otot merupakan penyakit kronis yang menyebabkan gangguangerak. Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan adanya cacatgenetik.
6.      Miastenia gravis
Miastenia gravis merupakan otot yang secara berangsur-angsur melemahdan menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini disebabkan oleh hormon tiroiddan sistem imunitas yang tidak berfungsi dengan normal.

Teknologi Yang Berhubungan dengan Sistem Gerak
1.      Transplantasi Sumsum
Yaitu sumsum merah ditransplantasikan dari satu orang ke orang yanglain. Dalam hal ini diperlukan teknik khusus untuk memindahkan sumsumdari donor yang sehat dan menyuntikkannya ke resipien tanpamerusaknya,karena sumsum sangat lunak
2.      Penggantian Sendi
Dapat dilakukan dengan cara metode pembedahan untuk mengganti sendiyang rusak dengan logam. Bonggol sendi diganti dengan logam campuran(misal campuran titanium) dan cawan sendi dengan mangkuk plietilena(misal plastik) yang kerapatannya tinggi. Kemudian,kedua sisidirekatkan dengan senyawa metal metakrital berpori yang memungkinkanfisiologi tulang tetap normal.

3.      Penaggulangan Skoliosis Kongenitalis
Skoliosis Kongenitalis adalah suatu kelainan pada lengkung tulangbelakang bayi baru lahir.Kelainan ini jarang terjadi dan biasanyaberhubungan dengan gangguan pada pembentukan tulang belakang ataupeleburan tulang rusuk.Skoliosis bisa menyebabkan kelainan bentuk yangserius pada anak yang sedang tumbuh, karena itu seringkali dilakukantindakan pengobatan dengan memasang penyangga (brace) sedini mungkin.Jika keadaan anak semakin memburuk, mungkin perlu dilakukan pembedahan
4.      Penyembuhan Patah Tulang
Dilakukan dengan cara :
a. Pemasangan gips : bahan kapur yang diletakkan disekitar tulang yang patah.
b. Pembidaian : benda keras yang ditempatkan didaerah sekeliling tulang yang patah.
c. Pembedahan internal : pembedahan untuk menempatkan batang logam atau piringan pada tulang yang patah.

Gaya Hidup Sehat Untuk Menghindari Penyakit Pada Sistem Gerak

1.      Olahraga
2.      Pola Makan Sehat
3.      Aktivitas seimbang
4.      Melakukan tes tulang secara rutin


Daftar pustaka


0 komentar:

Posting Komentar